Suhu politik di Taput Memanas Dipicu Isu Video Porno, Rekrutmen Eselon II dan Pilkada

Rudolf Sirait, SH

TAPUT, Jakartaobserver.com- Suhu politik di Tapanuli Utara (Taput) semakin memanas. Diduga pemicu kenaikan suhu politik itu antara lain isu video porno yang diperankan laki laki mirip IS yang diduga mebjabat Sekda Taput.
 
Suhu politik makin memanas ditambah isu rekrutmen pejabat eselon II saat tenggang waktu peralihan pimpinan, dan kegiatan anggota DPRD Provinsi Sumut yang dihadiri Pj Bupati Dr Dimposma Sihombing, Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak, dan Dandim 0210/TU, Letkol Inf Saiful Rizal, SHub Int.

Isu video porno yang mengaitkan nama IS sudah viral di medsos dan televisi nasional. Sebagaimana disiarkan salah satu televisi swasta nasional, wanita mirip oknum ASN berinisial TS yang pernah bertugas di Pemkab Tapanuli Utara itu sudah pindah ke Pemprov Jawa Barat. Wanita ini juga telah menjadi sorotan pemerintah setempat.

Untuk masyarakat Taput khususnya Kota Tarutung sebagai kota wisata rohani dan pusat pengembangan agama Kristen di tanah Batak, isu video porno ini merupakan "tamparan" yang memalukan.

Rudolf Sirait, SH, MH, pemerhati masyarakat yang juga praktisi hukum di Tarutung menyampaikan keprihatinannya.

"Mau kemana lagi Taput ini kalau benar pimpinannya pelaku video porno tersebut, sudah sangat memalukan Taoanuli Utara.

"Pihak berwajib diharapkan mengusut kasus ini. Bila video itu pemerannya tidak benar oknum Sekda Taput, hal ini harus diluruskan. Masyarakat Taput terutama Forkopimdanya sudah dipermalukan isu ini," sebut Sirait, Kamis (4/7/2024).
Sampai ke Desa
Isu video porno ini ternyata sudah menjadi pergunjingan di pedesaan, diantaranya di desa terpencil Siantar Naipospos, Kecamatan Adiankoting dan Desa Simanungkalit Kecamatan Sipoholon.

"Saya mendengarnya menjadi perbincangan di lapo tuak, "sebut masyarakat bermarga Simanungkalit kepada salah seorang wartawan hari yang sama."

Hal senada juga disampaikan seorang tokoh Desa Siantar Naipospos. "Mohon identitas saya tidak disebutkan ya, " ucapnya.

Rudolf Sirait mengatakan, pernyataan kedua warga desa itu menggambarkan, isu video porno ini sudah sampai ke tingkat masyarakat desa dan dusun.

"Ini perlu dituntaskan jangan sampai ASN lainnya meniru perilaku itu. Karena apa ? Seperti kata perumpamaan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari, "tegasnya.

Rekrutmen pejabat
Tidak diketahui siapa yang menebar isu dan menuding Pj Bupati Taput, Dr Dimposma Sihombing menghambat karir ASN menjadi pejabat Eselon II. Tudingan itu dibuat meluas dan dan menjadi isu politik yang berkembang liar.

Fatimah Hutabarat selaku Wakil Ketua DPRD Taput angkat bicara. Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BKPSDM dan Kemendagri.

"Kami sudah melakukan koordinasi ke BKPSDM dan Kemendagri, dan hasil koordinasi menjelaskan jika pengangkatan saudara Estomihi Sihombing telah jatuh tempo untuk diangkat menjadi Sekwan," jelasnya.

Sebagaimana dirilis sejumlah media, hal itu disampaikan Fatimah Hutabarat Kepada wartawan, Senin (01/07/2024) di Kantor DPRD Taput.

Ditambahkannya, hal tersebut tidak ada kaitannya dengan Pj Bupati. Pj Bupati Tapanuli Utara tidak menyalahi aturan dan sudah bekerja dengan menaati aturan yang berlaku.

"Selaku Wakil Ketua DPRD Taput, saya dan Pak Reguel Simanjuntak telah menandatangani rekomendasii tersebut. Namun, Ketua DPRD belum. Tetapi, kami sudah berikan surat rekomendasi kepada Ketua," tegas Fatimah.


Jalan Santai
Ketika anggota Fraksi Nusantara DPRD Provinsi Sumateta Utara JTP Hutabarat menyelenggarakan Jalan Santai massal di depan gedung Sipo Partungkoan, hadir Forkopimda diantaranya Pj Bupati Dimposma Sihombing, Kapolres Taput, AKBP Ernis Sitinjak dan Dandim 0210/TU, Letkol Inf Saiful Rizal, SHub Int.

Dalam orasi Prrmata saat unjuk rasa, kehadiran Pj Bupati merupakan bentuk keberpihakan atau tidak netral dalam perhelatan Pilkada 2024.

Namun hanya Pj Bupati saja disebut tidak netral, Kapolres dan Dandim 0210/TU tidak disebutkan.

Fatimah Hutarat juga menyampaikan, walaupun tidak merupakan keharusan, namun hal yang lumrah bila seorang anggota DPRD Propinsi melakukan kegiatan di kabupaten dihadiri pimpinan daerah.

"Sama halnya bila anggota DPRD Kabupaten berkegiatan di Kecamatan, camat selalu diberitahu dan diundang untuk menghadiri. Biasanya akan ada yang hadir, minimal diperwakilkan," sebut Fatimah, Ketua DPC Partai Nasdem Taput.

Terkait unjuk rasa yang menyasar Pj Bupati Dimposma Sihombing itu, Rudolf Sirait berpendapat agar politik pilkada jangan saling memburuk burukkan. Apalagi menyasar ke Pj bupati yang datang dari kementerian.

"Ini luar biasa loh, Penjabat Bupati kita berasal dari kota Tarutung. Beliau harus kita dukung untuk bekerja dengan baik selama setahun ini," sebutnya.

Sejak tahapan pilkada serentak 2024 dimula di Taput, sejumlah bakal calon (balon) telah mendaftar ke berbagai partai politik. Dantaranya, JTP Hutabarat, Denni Lumbantoruan, Satika Simamora, Sarlandi Hutabarat, Erikson Sianipar, Daud Hutauruk, Jonner Simatupang, Krismanto Lumbantobing, FL Fernando Simanjuntak. (tulus nababan)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.