Demo di Kantor Wali Kota Bekasi, Jalan Macet Parah
![]() |
Kantor Wali Kota Bekasi |
Demo yang berlangsung Senin (10/8) sekitar pukul 08.00 WIB yang dilakukan Forum Umat Islam menuntut pembatalan pembangunan Gereja Katolik Santa Klara, di Kecamatan Bekasi Utara.
Massa tersebut berorasi di depan kantor Wali Kota Bekasi, dan karena tidak puas dengan hasil negosiasi dengan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, mereka akhirnya keluar ke jalan raya, sehingga jalan sepanjang jembatan layang Summarecon Bekasi macet total.
Demo ini membuat Walikota Bekasi Rahmat Effendi bingung karena sebelumnya sudah memberikan izin pendirian gereja dan mengatakan bahwa pendirian gereja tidak cacat hukum, namun dari hasil negosiasi bersama perwakilan demonstran akhirnya rencana pembangunan gereja dihentikan karena tuntutan massa.
Cek hotel di Lombok, bandingkan harga dan baca ulasannya | Liburan ke Surabaya? Cari hotel, bandingkan tarif dan baca ulasannya | Cek hotel di Parapat, Danau Toba, bandingkan harga dan baca ulasannya | Jalan-jalan ke Las Vegas? Temukan harga hotel terendah
Gereja Santa Clara yang bakal dibangun di RT 02 RW 06 Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi ini dengan kuas lahan yang bakal dibangun lebih dari 5.000 meter persegi.
Rahmat Effendi memastikan proses perizinan pembangunan gereja itu sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Tidak ada kecacatan," kata Rahmat.
Meski demikian, kata Rahmat, jika massa penolak gereja bersikeras menilai masih ada kejanggalan, pihaknya mempersilakan massa melakukan kajian ulang.
Dia juga setuju status pembangunan Gereja Santa Clara dinyatakan quo hingga seluruh prosedur pendiriannya benar-benar memiliki kekuatan hukum. "Kami saling menghargai," kata Rahmat. (jo-4)
Tidak ada komentar: